[caption id="attachment_33954" align="alignnone" width="730"] Fitriani alias Mama Caca (39) terduga kurir narkoba di Bulukumba diamankan jajaran polres Bulukumba. Jumat malam, (24/11/17).[/caption]

BULUKUMBA, Suaralidik.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan kembali mengamankan seorang ibu-ibu terduga kurir narkoba. Jumat (24/11/17) malam.

Pelakunya Fitriani alias Mama Caca (39) seorang ibu rumah tangga. Ia diciduk di kediamannya, Dusun Buhung Tellang, Desa Balang Pesoang, Kecamatan Bulukumpa, Bulukumba.

Kasat Res Narkoba, Polres Bulukumba, AKP Rujianto Dwi Purnomo yang memimpin langsung penangkapan mengungkapkan, ia dan jajarannya berhasil mengungkap terduga pelaku kurir narkoba, Mama Caca dengan melakukan pembelian terselubung atau Under Cover Boy (UCB). Saat diciduk, dari tangan pelaku polisi menemukan 2 Sachet bungkusan berisi keristal bening di duga narkotika golongan 1 jenis shabu.

Tak sampai disitu, Polisi yang tak mau kecolongan melanjutkan pengeledahan di kediaman Mama Caca, hasilnya kembali menemukan 4 sachet bungkusan kristal bening diduga shabu. Selain mengamankan barang bukti bungkusan tersebut, polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam milik terduga.

"Berdasarkan pengakuannya (Mama Caca, -Red) Narkotika golongan I jenis shabu tersebut ia peroleh dari pengedar yang berinisial AZ," terang AKP Rujianto dalam pelaporannya, Jumat malam, (24/11/17).

Dari keterangan itu, polisi kemudian bergerak cepat melakukan pengembangan. Sayangnya saat hendak disergap di rumahnya, AZ sudah tak berada dirumahnya.

"Barang bukti tersebut diperlihatkan kepada terduga dan diakui merupakan miliknya. Demi kepentingan penyelidikan serta penyidikan terduga pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika golongan I jenis shabu tersebut diatas dibawa ke Mapolres Bulukumba untuk diproses sesuai hukum yang Berlaku," kunci AKP Rujianto.

[caption id="attachment_33923" align="alignnone" width="730"] FOTO: Rombongan peserta studi banding asal Kaltim.[/caption]

BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba menerima Kunjungan Belajar Terpadu dari Provinsi Kalimantan Timur. Rombongan yang berjumlah 24 orang berasal dari dua desa atau kampung, yaitu dari Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Teluk Semanting Kabupaten Berau Kaltim. Kunjungan mereka diterima oleh Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto di ruang rapatnya, Jumat (24/11).

Dalam Kunjungan Belajar Terpadu ini, warga dari kedua kampung tersebut ingin belajar tentang pengelolaan wisata dan lingkungan serta manajemen Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa). Untuk itu pihak Pemkab menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Muh Ali Saleng dan Ketua Bumdes Sopa Mandiri Desa Sopa Zon Arwanto untuk menjelaskan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan potensi wisata dan Bumdesa.

Pelaksanaan kunjungan belajar tersebut difasilitasi oleh Forum Lingkungan Mulawarman (FLIM) yang melaksanakan program di kedua kampung tersebut. Menurut Ketua rombongan, Supriadi Syam, pihaknya memilih Bulukumba sebagai tujuan kunjungan belajar karena memiliki potensi wisata yang bagus. Selain Bulukumba, FLIM juga mendampingi warga ke Kabupaten Maros dan Pangkep.

Selain diterima di Kantor Bupati, pihaknya juga mengunjungi Desa Manyampa untuk belajar deforestasi mangrove, serta ke Desa Kambuno untuk belajar pembuatan pupuk organik untuk perkebunan dan budidaya perikanan, dan yang pasti kata Supriadi rombongan mereka akan berkunjung dan menginap di kawasan Tanjung Bira untuk menikmati pantai pasir putih.

Sementara itu Tomy Satria Yulianto terkesan dengan kunjungan warga dari kedua kampung tersebut. Ia mengaku tidak merasa asing dan sudah merasa menjadi bagian dari warga Kabupaten Berau karena sebelumnya pernah tinggal dalam melakukan pendampingan bersama FLIM di wilayah tersebut kurang lebih 9 tahun, sebelum dirinya menjadi Wakil Bupati Bulukumba saat ini. “Saya sudah minum airnya Berau selama bertahun-tahun, artinya saya ini sudah menjadi bagian dari penduduk Berau itu sendiri,” tuturnya.

Sebagai orang yang pernah bergelut di pendampingan warga, Tomy Satria Yulianto pun memberikan tips-tips kepada mereka agar bisa membangun kampungnya ke arah yang lebih baik. Menurut Tomy ada beberapa prinsip dasar yang harus dibangun, pertama jangan takut bermimpi untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, kedua pemerintah atau pemimpin dari kedua kampung tersebut memiliki political will untuk membangun kampungnya, dan ketiga ada kolaborasi dan saling percaya antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kampungnya.

Di akhir pertemuan, Wakil Bupati menyerahkan cinderamata kepada kedua kepala kampung tersebut. Masing-masing Kepala Kampung Pegat Batumbuk, Hamsyah dan Kampung Teluk Semanting, Abdul Gani. Sebelum mereka menuju Desa Manyampa, mereka shalat Jumat di Masjid Islamic Center Dato Tiro.

BULUKUMBA - Pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah daerah tentu memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan warganya. Hal tersebut juga menjadi salah satu indikator bahwa program kegiatan dalam pembangunan memiliki dampak terhadap penurunan angka kemiskinan.

Data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bulukumba merilis jika angka kemiskinan di Kabupaten Bulukumba secara signifikan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Perkembangan persentase penduduk miskin Kabupaten Bulukumba pada periode 2015-2017 menunjukkan kecenderungan untuk terus menurun, seperti misalnya tahun 2015 mencapai 8,15 persen, pada 2016 turun menjadi 8,06 persen dan 2017 menjadi 7,97 persen.

Saat ini jumlah warga miskin Bulukumba sebanyak 33.100 orang atau 7,97 persen dari jumlah penduduk, dimana Bulukumba menempati urutan ke-6 dari 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan setelah Makassar 4,59 persen, Sidrap 5,55 persen, Parepare 5,57 persen, Wajo 7,38 persen dan Luwu Timur 7,58 persen. Begitu pula di kawasan selatan Sulawesi Selatan, Bulukumba memiliki persentase angka kemiskinan dibanding kabupaten tetangga lainnya.

"Kita bisa melihat perbandingan penurunan angka kemiskinan Kabupaten Bulukumba dengan kabupaten di sekitarnya. Artinya pembangunan di Bulukumba berjalan dan berdampak pada penurunan kemiskinan," ungkap Kepala BPS Bulukumba Mattaliu.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba tahun 2016 mencapai 66,46 persen atau meningkat sekitar 1,34 persen dari tahun 2015 sebesar 65,58 persen. Jika melihat data capaian IPM Bulukumba tahun 2012 sampai 2016, grafiknya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun, capaian tersebut masih berada di bawah capaian Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional. Capaian Bulukumba ini masuk pada kategori sedang.

IPM adalah indikator untuk mengukur kualitas (derajat perkembangan manusia) dari hasil pembangunan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Peningkatan IPM menjadi manifestasi dari pembangunan manusia yang ditafsirkan sebagai sebuah keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kemampuan memperluas pilihan – pilihan pada sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Yang menjadi catatan penting pada tahun 2016 adalah peningkatan Pertumbuhan IPM tahun 2015 yang hanya 0,52 persen menjadi  1,34 persen pada tahun 2016 atau peringkat 3 tercepat atau tertinggi dalam hal pertumbuhan IPM di Sulawesi Selatan setelah Takalar 1,38 persen dan Sinjai 1,37 persen.

LUTIM - Penampilan Tari Gori asal Kajang, Kabupaten Bulukumba berhasil memukau para penonton dan juri di lomba tari tunggal pada lanjutan gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Rabu 22 November 2017.

Bertempat di Tribun Lapangan Merdeka Malili, Lutim, Andi Tenri Awaru S.pd yang tampil maksimal di hadapan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto dan Wakil Ketua Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bulukumba, Siti Isniyah.

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto menuturkan bahwa penampilan tari tunggal dari kontingen Kabupaten Bulukumba berhak masuk dalam kategori untuk mendapatkan medali emas nantinya.

"Penampilan dari kita tadi sangat bagus, harusnya kita bisa dapat medali emas, apalagi tarian tadi itu adalah cerita rakyat asli Kajang yang dikonversi menjadi gerak tari dengan sangat baik, " tutur Tomy.

Tarian Gori sendiri menceritakan tentang aktifitas perempuan Kajang ketika subuh yang berbondong bondong membawa gori (tempat air) sambil memandikan diri ditemani obor hingga fajar terlihat.

Andi Tenri Awaru yang ditemui sesaat setelah penampilannya mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa tampil dengan baik dan tanpa halangan.

"Sempat gugup karena pak Wabup Bulukumba dan Istrinya datangki nonton, tapi alhamdulillah, penampilan tadi lancar, doakan saja bisa bawa pulang medali emas," kunci Andi Tenri.

[caption id="attachment_33873" align="alignnone" width="730"] Bupati Bulukumba Evaluasi Dana Desa[/caption]

BULUKUMBA - Dalam rangka percepatan pelaksanaan program dan kegiatan di desa, Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama dengan para Tim Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) melaksanakan Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Dana Desa Tahap I Tahun 2017 yang  di Aula Kantor Bappeda, Kamis, (23/11).

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali dalam sambutannya saat membuka rapat menyampaikan bahwa tujuan dari otonomi daerah adalah pencapaian otonomi desa guna terwujudnya masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera. Pemda, kata AM Sukri Sappewali telah menggelontorkan Dana Desa rata-rata sebesar 1.5 milyar setiap desanya yang tujuannya adalah untuk peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat di desa.

Pemerintah desa diharapkan mampu melaksanakan program kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, olehnya itu pemerintah pusat juga telah menganggarkan biaya untuk tenaga pendamping yang bertugas membantu kepala desa dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat desa.

Bupati meminta kepada para pendamping desa agar menjadi mitra pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan dalam pembangunan di desanya. Pendamping desa harus pro aktif dalam memberikan solusi terhadap program kerja yang akan dituangkan dalam APBDesa.

“Kepala desa jangan hanya tahunya membangun rabat beton dan jalan usaha tani, padahal masih banyak kebutuhan mendasar masyarakat desa yang belum tersentuh, olehnya itu peran dari pendamping desa sangat dibutuhkan untuk mengetahui apa yang menjadi persoalah utama di desa tersebut,” pinta AM Sukri Sappewali.

Lebih lanjut AM Sukri Sappewali berharap ada nilai positif dari pembangunan yang dilaksanakan di tahun 2017 ini, semoga diakhir tahun nantinya, jumlah masyarakat miskin di desa sudah dapat diturunkan dari jumlah yang ada saat ini.

Guna mensupport para pendamping desa, Bupati Bulukumba menjanjikan bantuan operasional bagi Pendamping Desa, dengan catatan pendamping desa harus bekerja dan menunjukkan prestasi dalam mendampingi kepala desa merumuskan kebijakan strategis di desanya. Ia juga mengharapkan pendamping desa mampu melihat dan mengamati persoalah yang terjadi di desa dan proaktif melaporkan segera ke pemerintah.

[caption id="attachment_33867" align="alignnone" width="730"] Bupati Bulukumba, A.M Sukri Sappewali[/caption]

BULUKUMBA - Untuk kesekian kalinya Teater Kampong Bulukumba kembali menggelar kegiatan seni. Kali ini dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, Teater Kampong melaksanakan Lomba Deklamasi Puisi dan Vocal Grup Hero’s Day 2017 bagi siswa SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi.

Bertempat di Cagar Budaya Roemah Pendjara, Rabu malam (22/11), Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali membuka pelaksanaan acara tersebut, yang selingi dengan persembahan Kontemplasi Hero’s Day oleh Achmad Dharsyaf Pabottingi, drama Tonil Van Boegis dari SMANSA Bulukumba dalam Lakon “Sigajang Laleng Lipa dengan Badik Cinta”, serta dimeriahkan oleh The Kampong Band yang menyuguhkan lagu-lagu patriotisme.

Ketua Panitia Akhmad Siddiq Fathana Dharsyaf dalam laporannya menyampaikan bahwa pegelaran Hero’s Day merupakan momentum dalam menjaga dan meneruskan citra pahlawan dalam mengisi kemerdekaan dengan pengabdian kerja nyata. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 22 sampai dengan 25 November 2017 yang kegiatan lombanya dipusatkan di Cagar Budaya Roemah Pendjara.

Pada kesempatan tersebut Bupati AM Sukri Sappewali sangat mengapresiasi keberadaan Teater Kampong, ia meminta kelompok seni budaya ini terus berkarya. Atas eksistensi Teater Kampong selama ini, sehingga secara pribadi AM Sukri Sappewali memberikan bantuan dana 10 juta rupiah kepada Teater Kampong untuk pembinaan pada malam itu.

Lokasi Tarungku Toae atau Cagar Budaya Roemah Pendjara, menjadi kenangan tersendiri bagi AM Sukri Sappewali karena menurutnya di situlah para orang tua kita yang menjadi tahanan politik didekam di tempat tersebut pada masa-masa memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk bapaknya Andi Sappewali serta kakeknya Andi Sulthan Daeng Radja yang merupakan pahlawan nasional.

Menurutnya, nilai kepahlawanan sejatinya tidak akan pernah usang atau lekang dimakan jaman, karena pada setiap waktu dapat diimplementasikan dan direvitalisasi dari generasi ke generasi sepanjang masa sesuai perkembangan jaman.

“Dengan pelaksanaan kegiatan seni di tempat ini, tentu menjadi penghayatan bagi kita semua atas peran dari para pendahulu kita, oleh karena nenek-nenek kita dulu harus berjuang dan mengorbankan diri dan mendekam di penjara ini hanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan yang kita nikmati sekarang ini,” ungkap purnawirawan TNI ini.

Di akhir sambutannya, AM Sukri Sappewali mengutip kata-kata bijak dari penyair William Shakespeare “Seni itu Panjang, Umur itu Pendek” artinya umur kita bisa lebih pendek tapi karya seni akan dikenang sepanjang waktu.

Diberdayakan oleh Blogger.